Si Kecil Baru Lahir, Emang Boleh Di Sunat?

Image by studioredcup on Freepik

Moms, sebenarnya boleh atau tidak Si Kecil yang baru lahir di sunat tidak ada patokan khusus yang mengatur usia berapa. Menurut dr. Arry Rodjani Sp.U dari RS Asri Duren Tiga, anak-anak bisa disunat jika mereka memiliki penis normal.

“Tidak ada usia idealnya. Umur berapapun bisa disunat, tergantung anak dan keluarganya. Saat anak dianggap sudah besar tapi masih takut disunat, bisa dibujuk. Atau bisa dibius umum supaya tidak nyeri saat dilakukan operasi. Kalau makin besar apakah lebih sulit atau mudah sebenarnya tidak ada masalah. Tapi kalau bayi kan bisa lebih mudah karena tidak banyak gerak,” ungkap Arry.

Prosedur yang di lakukan saat sunat !

  • Untuk melakukan sunat, dokter menempatkan Si Kecil di atas meja khusus dan membersihkan penis dan kulupnya.
  • Lalu dokter menjepitkan penjepit khusus pada penis untuk menghilangkan kulup dan mengekspos kepala penis.
  • Terakhir, dokter atau perawat menempatkan salep, kasa, atau cincin plastik di atas luka untuk melindunginya dari gesekan popok.

Prosedur ini di lakukan dengan cepat Si Kecil mungkin menangis selama itu. “Dan untuk sementara waktu sesudahnya. Anestesi lokal dapat sangat mengurangi ketidaknyamanan Si Kecil. Jika Mums memutuskan untuk menyunat, bicarakan dengan dokter anak tentang pilihan anestesi,” tambah Elliott.

Baca Juga : Coba Alternatif Obat Batuk Pilek Bayi Ini

Ada sejumlah penelitian ekstensif yang mempelajari sumber-sumber terpercaya yang mendukung manfaat sunat bagi Si kecil.

Manfaat untuk Kesehatan Bayi Laki-Laki

Walaupun sunat bayi laki-laki memiliki risiko, namun manfaatnya secara medis jauh lebih banyak.

1. Mencegah masalah penis

Pada beberapa kasus, kulup pada penis yang tidak menjalani sunat dapat menempel kuat di kepala penis dan menyebabkan fimosis. Hal ini kemudian dapat menyebabkan peradangan pada kulup atau kepala penis.

2. Mengurangi risiko infeksi pada penis

Menurut penelitian, bayi yang tidak disunat berisiko lebih tinggi menderita infeksi saluran kemih dibanding bayi yang disunat. Salah satu alasannya adalah karena penis yang disunat lebih mudah dijaga kebersihannya.

3. Mengurangi risiko kanker penis

Jenis kanker yang jarang terjadi, baik pada orang yang menjalani sunat maupun tidak, adalah kanker penis. Namun, bukan berarti semua orang sepenuhnya terbebas dari kemungkinan kanker penis.

Salah satu upaya yang bisa Moms lakukan untuk menjauhkan Si Kecil dari risiko kanker penis adalah dengan menyunatnya. Selain dipercaya efektif mencegah anak dari bahaya kanker penis, sunat juga diduga dapat menurunkan risiko kanker prostat ketika ia dewasa.

4. Menurunkan risiko terkena penyakit seksual menular

Selain untuk menyehatkan organ reproduksinya, sunat juga memberikan manfaat jangka panjang bagi Si Kecil kelak setelah ia dewasa. Sunat dikatakan dapat mengurangi risiko terkena penyakit seksual menular.

Namun, hal ini tetap perlu disertai dengan perilaku seks yang aman, yaitu dengan  menggunakan kondom setiap kali berhubungan intim dan tidak berganti pasangan seksual.

Tidak ada yang salah atau benar dengan keputusan menyunat bayi laki-laki, kecuali jika bayi lahir secara prematur, memiliki gangguan pembekuan darah, atau menderita kelainan genetik. Namun Moms juga harus mempertimbangkan manfaat dan resikonya.

Moms bisa melakukan konsultasi dengan dokter mengenai hal ini. Agar keraguan Moms dapat di patahkan dengan jelas dan Si Kecil lebih aman.

Bukan hanya bayi laki-laki  di beberapa tempat ternyata bayi perempuan juga di sunat loh Moms, Dads! namun apakah boleh?

Sunat Bagi Bayi Perempuan

Praktik sunat perempuan adalah sebuah proses menghilangkan sebagian atau seluruh organ genitalia eksterna atau melukai organ kelamin wanita.

WHO mengelompokkan 4 prosedur praktik sunat perempuan:

  • Klitoridektomi, penghilangan sebagian atau seluruh klitoris (bagian kecil, sensitif dan ereksi dari alat kelamin perempuan), dan dalam kasus yang sangat jarang, hanya lipatan kulit di sekitar klitoris.
  • Eksisi, penghilangan sebagian atau seluruh klitoris dan lipatan dalam vulva dengan atau tanpa eksisi lipatan luar.
  • Infibulasi, penyempitan lubang vagina, terkadang melalui jahitan, dengan atau tanpa pengangkatan klitoris (klitoridektomi).
  • Mencakup semua prosedur berbahaya lain, misalnya: menusuk, menggores dan membakar area genitalia eksterna.

Sayangnya tidak ada manfaat yang di dapat jika melakukan ptosudur tersebut. Malah banyak resiko kesehatan yang akan di alami Si Kecil, yaitu :

  • Sakit parah,
  • Pendarahan,
  • Pembengkakan jaringan kelamin,
  • Demam,
  • Infeksi,
  • Gangguan saluran kencing,
  • Masalah penyembuhan luka,
  • Shock, dan
  • Kematian.

Bahkan, banyak sekali efek jangka panjang yang jauh lebih menakutkan.

Berbagai Risiko Pada Bayi Laki-Laki

Orang tua dapat melakukan sunat pada bayi laki-laki dalam beberapa hari setelah kelahiran. Namun, mereka perlu mempertimbangkan beberapa hal karena sunat pada bayi merupakan prosedur yang cukup kompleks.

Sunat merupakan operasi pembuangan kulup atau kulit yang menutupi bagian ujung atau kepala penis. Secara medis, kita menganggap bahwa sunat memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan. Namun di balik itu semuan sunan tetap memiliki resiko terutama pada bayi baru lahir.

Risiko komplikasi tergolong rendah dan hanya terjadi pada 1–2% dari keseluruhan bayi yang menjalani sunat. Sebagian besar komplikasi yang mungkin muncul adalah infeksi dan perdarahan.

Selain infeksi dan perdarahan, dan juga dapat menimbulkan komplikasi berupa:

  • Cedera pada penis
  • Peradangan
  • Pada bukaan penis (Meatitis)
  • Gangguan pada saluran kemih, seperti penyempitan pada saluran kencing di penis
  • Pemotongan kulit yang terlalu banyak akan menyebabkan nyeri saar ereksi ketika sudah dewasa.
  • Masalah pada kulup, seperti kulup gagal sembuh dengan baik atau kulup menempel di ujung penis dan butuh bedah perbaikan

Berikut merupakan pembahasan sunat bagi Si Kecil semoga dapat bermanfaat ya Moms Dads! Semoga dengan adanya artikel ini dapat menjadi wawasan bagi Moms dan Dads saat ingin melakukan sunat Si kecil.

Baca Juga : Hati – Hati! Penurunan Berat Badan Cepat Sebabkan Batu Empedu

Artikel Terbaru