Napas Bayi Bunyi Yang Normal, Bedakan Dengan Sesak Napas

napas bayi bunyi

Saat Si Kecil sudah lahir dan sedang tertidur, tiba-tiba saja napasnya bunyi. Apalagi sekarang kasus pandemi di Indonesia sedang meroket. Khawatir? Ada. Panik? Pastinya! Tapi sebelum Moms jadi khawatir, kita teliti dulu yuk napas bayi bunyi.

Kondisi napas bayi bunyi sebenarnya tidak membahayakan Si Kecil. Keadaan ini akan terjadi selama beberapa minggu. Dan setelah ia semakin besar, napas bayi bunyi pun akan berhenti dengan sendirinya.

Bagaimana jenis napas bayi bunyi yang normal?

Napas bayi bunyi yang terjadi sesekali adalah hal yang normal, Moms. Hal ini disebabkan karena pernapasan bayi yang masih sempit dan bayi belum bisa batuk. Si Kecil pun belum bisa mengeluarkan lendri dari saluran napas seperti pada anak-anak atau kita orang dewasa.

Pada bayi yang baru lahir, lendir yang terjebak dan menghambat saluran udara akan membuat Si Kecil mengeluarkan bunyi saat bernapas. Selain terjadi sesekali, ada beberapa jeis syara yang normal terjadi nih pada Si Kecil!

  1. Suara seperti siulan. Hal ini terjadi karena saluran hidungnya Si Keicl masih sempit sehingga ia akan mengeluarkan suara siul ketika menarik napas.
  2. Suara seperti kumur-kumur. Hal ini disebabkan oleh karena air liru yang terkumpul di bagian mulut dan tenggorokannya.
  3. Suara seperti mengendus. Bisa terjadi saat Si Kecil sedang tidur nyenyak.
  4. Suara cegukan. Si Kecil yang baru lahir rentan mengalami cegukan saat ia minum susu atau ASI terlalu cepat. Bisa juga terjadi karena ia menelan banyak udara saat minum.

Meski ada napas berbunyi yang normal, Moms juga wajib waspada jika napas Si Kecil berbunyi seperti:

  1. Napas mendengkur

Atau dikenal juga dengan stridor. Kondisi ini terjadi ketika terjadi sumbatan atau penyempiran pada saluran napasnya. Bunyi napas mendengkur biasanya terjadi disebabkan oleh eiglotitis, croup, kelainan bawaan lahir pada pita suara dan tenggorokan, atau masuknya benda asing pada saluran napas bayi. Misalnya adalah karena tersedak. Si Kecil yang bernapas dan berbunyi mendengkur juga biasanya mengalami batuk, suara serak, sesak napas, dan juga demam.

  1. Napas mengi

Bunyi napas mengi akan terdengar melengking atau dengan nada tinggi. Bukan, Moms. Bukan seperti siulan normal. Si Kecil akan tampak sesak, lemas, batuk-batuk, dan perlu bersusah payah untuk bernapas.

Hal ini dapat terjadi disebabkan oleh peradangan atau infeksi pada saluran napasnya, seperti pada penyakit pneumonia dan bronkiolotis. Kondisi demam dan pilek akan menyertai infeksi ini. Namun jika Si Kecil tidak demam namun bunyi napasnya mengi, maka bisa jadi Si Kecil alergi.

Apa saja yang harus dilakukan saat napas bayi bunyi?

Napas bayi bunyi ini bisa Moms tangani agar membantu napas Si Kecil lebih lancar, lho. Asalkan Si Kecil tidak rewel atau lemas, Moms bisa melakukan:

  1. Mengeluarkan lendir dari hidung

Moms bisa keluarkan lendir dari hidung Si Kecil dengan alat pengisap lendir khusus bayi. Selain itu Moms juga bisa menteskan beberapa tetes larutan saline (air garam steril_ untuk membantu mengencerkan dahak atau lendirnya.

  1. Menidurkan Si Kecil dengan posisi yang tepat

Letakkan Si Kecil dalam posisi telentang ketika ia tidur, Moms. Posisi ini akan menghindarkan Si Kecil dari sindrom kematian bayi mendadak (SIDS). Baca tips menidurkan bayi dengan benar dan efektif yuk di sini: Intip Cara Mudah Menidurkan Bayi Dengan Efektif, Moms 

  1. Menjaga kebersihan serta kelembapan udara

Jika Moms tinggal di tempat yang kering, Moms bisa menggunakan alat pemlembap udara atau humidifier terutama buat Moms yang menggunakan AC di rumah. Hindarkan pula Si Kecil dari paparan polusi seperti asap rokok, kendaraan bermotor, atau asap pembakaran sampah, ya. Parfum juga dapat mengiritasi pernapasannya, Moms.

  1. Berikan ASI lebih banyak

ASI mengandung zat yang dapat membentuk kekebalan tubuh Si Kecil dalam melawan infeksi. Karenanya Si Kecil butuh lebih banyak ASI.

Apa saja yang perlu diwaspadai?

Moms harus segera menghubungi dokter atau IGD terdekat bila napas Si Kecil bunyi disertai dengan:

  1. Bernapas lebih dari 60 kali dalam semenit atau bernapas dengan cepat
  2. Mendengus terus-menerus dan lubang hidungnya kembang kempis saat bernapas
  3. Mengeluarkan suara serak bernada tinggi dan batuk terus-menerus
  4. Otot di dada dan leher tampak naik turun atau tertarik dengan kencang
  5. Napasnya terhenti selama lebih dari 10 detik
  6. Bibir, mulut, dan kulitnya tampak biru
  7. Lesu
  8. Demam
  9. Tidak nafsu makan

Jika Moms masih ragu meski napas bayi bunyi umumnya wajar, segera hubungi dokter anak kepercayaan Moms ya! –MR

Artikel Terbaru