penyebab-bruxism-pada-anak
Balita, Bayi, Ibu

Moms Harus Tau Penyebab Bruxism pada Anak

Moms apa pernah mendengar Si Kecil mengatupkan giginya sampai gemertak saat tidur? Bisa jadi Si Kecil punya¬† kebiasaan yang disebut bruxism pada anak. Penyebab bruxism pada anak bisa bermacam-macam. Bruxism merupakan kebiasaan buruk yang merusak gigi dengan kebiasaan mengatup-ngatupkan rahang dan ‘mengasah’ gigi, terutama pada anak dibawah usia 5 tahun.

Kebiasaan buruk ini menempati posisi kedua dari kumpulan kebiasaan buruk yang sering terjadi pada anak yakni pada kisaran 7% sampai 15.5%. Wah banyak juga ya, Moms. Terdapat pula perbedaan antara anak laki-laki dan anak perempuan di mana tingkatan cenderung tinggi pada anak perempuan.

Pada bayi yang baru tumbuh gigi, Si Kecil yang masih bayi muncul karena giginya tumbuh ke permukaan gusi. Pada survei Smiles First Dental di Australia tahun 2014, ditemukan sebanyak 30% anak-anak mengalami bruxism atau kebiasaan menggertakkan gigi.

penyebab-bruxism-pada-anak

Apa Saja Penyebab Bruxism Pada Anak?

Namun sebuah penelitian menunjukkan bruxism dikaitkan dengan faktor sistemik dan faktor psikologis. Penyebab bruxism pada anak bisa bermacam-macam, berikut adalah salah satu penyebab bruxism pada anak:

  1. Rasa sakit dari gigi yang sedang tumbuh

Si Kecil yang masih bayi akan merasa tidak nyaman karena sakit sehingga ia menggertakkan giginya untuk mengurangi rasa sakitnya. Moms bisa memberinya mainan teether agar kebiasaan barunya menggigit saat tidak makan dapat tersalurkan.

  1. Sleep Apnea

Bagi bayi yang mengalami sleep apnea, otot-otot rahangnya akan membuka tanpa sadar dan kemudian menggertakkan giginya. Untuk masalah ini, Moms baiknya bertanya langsung kepada dokter Si Kecil karena dibutuhkan penanganan medis khusus.

  1. Gangguan psikologis

Moms juga bisa mengidentifikasi bahwa Si Kecil stres saat ia mulai menggertakkan giginya saat tidur. Bisa saja saat itu Si Kecil memang sedang merasa khawatir, tegang, dan takut. Rasa cemas itulah yang akan membuatnya tidak sadar menggertakkan giginya, Moms.

  1. Kebiasaan menghisap ibu jari

Kebiasaan ini juga memengaruhi terjadinya bruxism pada anak, Moms. Menurut salah satu jurnal ilmiah PDGI, kebiasaan ini biasanya dilakukan oleh Si Kecil yang masih dalam kandungan. Namun bila kebiasaan ini dilakukan terus menerus saat Si Kecil lahir, akan berakibat maloklusi pada gigi serta mengembangkan kebiasaan buruk seperti menjulurkan lidah ke depan.

  1. Gejala sakit

Kalau Si Kecil mulai menggertakkan giginya padahal selama ini tak pernah, Moms boleh curiga kalau Si Kecil sedang sakit entah pada bagian gigi atau pada bagian telinga. Moms bisa berkonsultasi pada dokter anak dan meminta rujukan untuk ke dokter gigi atau dokter THT.

  1. Kontak rahang yang tidak tepat

Pertumbuhan untuk setiap anak tentu berbeda-beda, Moms. Perbedaan struktur rahang bisa saja memengaruhi rasa tidak nyaman pada gigi Si Kecil.

 

Melalui beberapa penelitian, tidak ada yang mengetahui secara pasti penyebab bruxism pada anak. Penyebab yang ada di atas adalah penyebab-penyebab bruxism pada anak yang terjadi di beberapa kasus. Akibat yang ditimbulkan dari kebiasaan bruxism dalam jangka lama bisa membahayakan struktur pertumbuhan gigi dan rahangnya ya, Moms. Karenanya akan lebih baik untuk Moms segera memeriksakan Si Kecil bila Si Kecil sering terdengar bunyi “kertak, kertak” baik saat tidur maupun tidak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *